Seketika malah teringat kenangan tujuh tahun lalu. Yah, tepatnya saat saya masih duduk dibangku SMP. Kenangan bersama sahabat-sahabat saya waktu SMP itu, memang hingga saat ini dan sampai kapanpun tidak akan pernah bisa saya lupakan. Rasanya kalau diingat sekarang, pada saat itu kami masih terlalu kecil, maklum masih kelas 1 SMP. Namun, saat itu pula, bersama meraka saya merasa ‘dewasa sebelum waktunya’. Hmm,tentu saja bukan dalam artian jorok atau apapun. Pada saat itu, saya merasa benar-benar lebih dewasa karena melihat masalah yang mereka hadapi.
Meraka(sahabat saya) adalah seorang anak yang tidak mempunyai orang tua secara utuh. Orang tua mereka, memang masih ada. Namun, orang tua mereka telah bercerai. Pada saat itu, saya sering berkumpul dengan 3 orang sahabat saya. Mereka bertiga sama-sama anak hasil dari perceraian. Tidak gampang menjadi anak hasil perceraian. Kalau beruntung, memang dapat orang tua mereka dapat mendapat pengganti yang lebih baik, namun kalau tidak, yah, jangan ditanyakan lagi.
Masih teringat betul, saat berangkat ke sekolah pagi-pagi, sering kali mereka menangis. Dan akhirnya mereka selalu berkata bahwa mereka iri kepada saya yang memiliki keluarga utuh. Setiap mereka mengucapkan itu, saya hanya bisa terdiam dan mengucap syukur pada-Nya. Namun, tak jarang saya selalu bertanya dalam hati, mengapa saya berada dalam posisi ini, rasanya tidak adil untuk mereka. Tapi pada akhirnya mereka juga dapat bangkit.
Hmm, itu semua kenangan tempoe doeloe saya. Yang akan selalu saya ingat. Karena dengan mengingat mereka yang pernah terpuruk, saya benar-benar mendapatkan semangat yang luar biasa untuk dapat bangkit dari keterpurukan saya. Selain itu, saya merasa tidak sendiri lagi.
Saya percaya, Dia memberi kita ujian karena Dia tahu bahwa kita akan dapat melaluinya. Dan Dia tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, namun akan selalu memberika apa yang kita butuhkan. Karena apa yang kita inginkan, tidak selalu apa yang kita butuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar